Wednesday, November 26, 2008

Kita Si Ikan Kecik

I need to be fair, here.

This morning, I read from the Sunday's Harian Metro (yes, I read no-brainer papers on Sunday mornings. So, sue me :-p) that Chairman of the Council said they ban the yoga because of the two other principles of yoga that can memesongkan aqidah para penganut Islam.

Yoga has 3 levels -- physical, spiritual/mantra, and connectivity to the Divine.

He said, the 1st level is ok and acceptable, tapi harus mengharamkan the entire thing supaya the 1st level tak berjangkit into 2nd and 3rd level. And The Council will also do a road-tour to educate the Muslims on this.

Ok la I applaud the road-tour thing. If it's a discourse, the better.

But I still think that for something that has benefitted others, like the Silat, there must be a better way to guide the Muslims into not doing something syirik or memesongkan aqidah, like they did the guide on Silat, kan?

Else nak tak nak they would have to ban tai chi or qi gong after this. These two also have all those 3 levels as Yoga does, what. No?

***

Menjadi ikan-ikan kecil yang dipanggil mengadap ikan-ikan besar, memang perit.

Bila sang ikan besar mengaju soalan-soalan pada si ikan kecil and question ikan-ikan kecil's 'limitations of power to run certain jobs', apa si ikan kecil sepatutnya jawab? That si ikan kecil hanya sekadar menurut perintah dari ikan-ikan besar lain yang satu 'level' dengan sang ikan besar yang menanya itu? Tidak, tak mungkin si ikan kecil harus menjawab soalan tersebut dengan kehadiran ikan-ikan besar lain yang sebelum ini telah memberi perintah pada si ikan kecil untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin.

Si ikan-ikan kecil hanya mampu diam, dan telan perasaan aje lah.

Oh ya, juga terkumat-kamit membaca Doa Pelembut Hati di dalam hati, supaya Allah permudahkan jalan to have things on ikan-ikan kecil's side.

Alhamdulillah, itu sebenarnya lagi mustajab. Berkat doa, ikan besar jadi lembut hati, dan faham sendiri akhirnya bahawa ikan-ikan kecil hanya sekadar melaksanakan arahan yang diterima.

Ya, aku dan senior QS baru balik dari mengadap Datuk KSU di Putrajaya. Alhamdulillah it went well, walaupun sang ketua dari salah satu jabatan yang berkuasa di organisasi ada hadir di situ dan sikit pun tidak defend kami tadi. Malah, she even had the cheek to suggest a surcharge (potongan gaji kami) on the things that we in the Unit decided what is right in order to carry our duties, in which membuatkan Datuk KSU question our limit of powers and reprimanded us for not referring back to the source of power.

Like. Whot. Tha. Fandango. kan.

No, not to Datuk KSU. But W.T.F to that sang ikan besar organisasi yang hadir, yang tahu dari mana kami menerima arahan untuk menjalankan 'misi' dan 'visi' tapi dia sikit pun tidak mempertahankan kami tadi.

Tapi, akhirnya kesombongan ikan besar organisasi memakan diri mereka sendiri bila Datuk KSU puas hati dengan penerangan kami and told the ikan besar organisasi -- "Puan, no issue lah ni sebenarnya! I think you better go back and settle these internally lah, before Pejabat PM tahu."

There you go.

Nengkali jangan sombong berlagak naa, boleh tak kak? I tak suka lar, taw.

f~

6 comments:

d'Frog Prince said...

when you are the the bottom of the food chain, kena baham tu perkara biasa lah :d

but then, every bull dog was once a pup lah jugak, so, sabar je lah. been there, done that.

anyway, if you don't get justice kat sini, remember, justice will still come to you, somewhere, somehow lah kan, same applies to ikan besar, ikan jaws, buaya and whatnots. diaorang alpa, dah khusyuk dengan materialistik world and position, biarlah. pelik kan, why not fatwa about this?

Roti Kacang Merah said...

abe tommy
if i'm not loving the things that i'm doing now, mau rasa i jual cerita ni kat my husband's paper. heh heh

kadang orang2 kat atas tu lupa yang dulu dorang pun pernah di bawah. kadang orang2 kat atas tu juga lupa yang dunia ni terlalu, terlalu kecil. kalau sekarang kami kena aniaya, mungkin satu hari nasib anak2 mereka pula will be at our mercy, kan?

But you're right, Tuhan tu Maha Adil...!

cakapaje said...

Salam Alin,

Kata pepatah Arab kan "He who digs a brave for his brother, will he himself fall into it".

Biarkan mereka yang lagak sombong b*d*h itu terjerumus dalam perigi buta ;)

khemy said...

kak lin suwatkhabar kata hari ni 'ikan rakyat biasa' still mahal..minyak dah turun, apa kes?
ikan kembung 9 renggit sekilo..
nampaknyer menu telur la hari2, telur goreng, telur sambal, kurma telur, telur rebus, kari telur, lama2 muka pun macam telur, telur yang cun skit..:P

Roti Kacang Merah said...

bro shah
doa alin semoga alin dijauhkan menjadi seperti mereka itu sekiranya alin nanti berada 'di atas sana'. Aaaaamiiin...

khemy
kalau tak mampu beli telur pulak, petik je telur dari laki awak... haaaaaaaaahahahahahaa

Khemy said...

ewah..sukanya dia..
*blog ni patut dilabel 18PG parental advisory*

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin